601 Kecelakaan Kapal Sepanjang 2026, PKB: Keselamatan Harus Dibangun Sebelum Kapal Berangkat

JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, menyoroti tingginya angka kecelakaan kapal yang terjadi sepanjang 2026. Ia menegaskan bahwa maraknya insiden kecelakaan pelayaran ini harus menjadi alarm serius bagi keselamatan transportasi laut nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan, tercatat 601 operasi Search and Rescue (SAR) terkait kecelakaan kapal sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026, dengan total korban mencapai 3.607 orang. Dari jumlah tersebut, 3.165 orang atau 87,7 persen berhasil diselamatkan, 239 orang atau 6,6 persen meninggal dunia, dan 203 orang atau 5,6 persen masih hilang.

“Kita tidak boleh menunggu korban berikutnya untuk kemudian melakukan evaluasi. Keselamatan harus dibangun sebelum kapal berangkat, bukan baru diperbaiki setelah kecelakaan terjadi,” tegas Sudjatmiko.

Ia menekankan, keselamatan pelayaran tidak cukup hanya dinilai dari kelengkapan dokumen administratif kapal semata, melainkan harus dipastikan langsung kondisi dan fungsi peralatan keselamatan di lapangan.

“Jangan sampai kapal dinyatakan laik hanya karena dokumennya lengkap, sementara ketika terjadi kebakaran ternyata pompa atau alat pemadamnya tidak berfungsi. Pemeriksaan harus menyentuh kondisi dan fungsi peralatan di lapangan,” ujarnya.

Sudjatmiko mendesak pemerintah dan instansi terkait untuk memperketat sistem pengawasan kelaikan kapal secara menyeluruh, tidak hanya berhenti pada verifikasi dokumen, tetapi juga pemeriksaan fisik dan fungsional terhadap seluruh perangkat keselamatan sebelum kapal diizinkan berlayar.

PKB melalui Fraksi di Komisi V DPR RI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perbaikan tata kelola keselamatan pelayaran nasional, guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut akibat lemahnya standar pengawasan kapal di Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *