RLS Garut Baru Setara Kelas 2 SMP, Bupati Kerahkan Mahasiswa KKN-Gradasi Bantu 16 Kecamatan

GARUT — Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat desa menjadi salah satu tantangan utama pembangunan Kabupaten Garut yang disoroti Bupati Abdusy Syakur Amin dalam pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN-Gradasi) 2026, di Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/9/2026).

Bupati mengungkapkan, Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) di Kabupaten Garut saat ini baru berada di angka 7,86 tahun, atau setara jenjang kelas 2 SMP — angka yang menurutnya masih jauh tertinggal dan berdampak langsung pada kemajuan wilayah, mengingat Kabupaten Garut terdiri dari 442 desa dan kelurahan yang kemajuannya sangat bergantung pada penguatan di tingkat akar rumput.

“Makanya kita minta tolong mahasiswa dari berbagai macam jurusan untuk membantu. Kenapa? Karena di desa itu semua kompleksitas masalah ada dan harus kita selesaikan bersama. Ini adalah simulasi membangun Garut di masa yang akan datang,” tegas Abdusy Syakur Amin.

Untuk tahun 2026, program KKN-Gradasi ditempatkan di 16 lokus kecamatan yang mencakup 15 desa dan 1 kelurahan, dengan mahasiswa diharapkan turun langsung memberikan kontribusi nyata sesuai disiplin ilmu masing-masing guna mempercepat penanganan berbagai persoalan di lapangan.

Empat Bulan, Bukan Sebulan

Direktur Program Pascasarjana Universitas Garut (UNIGA), Gugun Geusan Akbar, menjelaskan keunikan program ini dibanding KKN pada umumnya. Jika KKN reguler biasanya hanya berlangsung satu bulan, KKN-Gradasi dirancang berjalan selama empat bulan penuh, sehingga cakupan intervensi yang bisa dilakukan mahasiswa di lapangan jauh lebih luas.

“Jika biasanya KKN diselenggarakan selama 1 bulan, KKN Gradasi ini diselenggarakan selama 4 bulan sehingga otomatis kegiatan yang bisa di intervensi oleh mahasiswa juga lebih banyak,” jelas Gugun.

Program yang telah berjalan tiga tahun ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dengan lima perguruan tinggi setempat, dan disebut telah menunjukkan dampak yang signifikan terhadap penanganan persoalan pembangunan di desa.

“Mudah-mudahan apa yang diniatkan oleh seluruh pihak bisa terlaksana dengan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Garut,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *