
KOTA TASIKMALAYA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj. Imas Aan Ubudiah, S.Pd.I., menghadiri kegiatan Pembinaan UMKM Terkait Penanganan Trade Remedies dan Hambatan Teknis Perdagangan yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Kota Tasikmalaya, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai berbagai tantangan perdagangan, sekaligus mendorong penguatan daya saing produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam kegiatan ini, para pelaku UMKM mendapatkan wawasan mengenai pentingnya memahami ketentuan perdagangan, standar kualitas produk, serta berbagai hambatan teknis yang dapat memengaruhi pemasaran produk, baik di pasar domestik maupun internasional.
Kehadiran Imas Aan Ubudiah menjadi bagian dari perhatian terhadap pengembangan sektor UMKM, khususnya di wilayah Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi sektor perdagangan, perindustrian, koperasi, dan BUMN, Imas memandang penguatan kapasitas pelaku usaha sebagai salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah produksi dan penjualan, tetapi juga kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi perubahan kebijakan perdagangan, memenuhi standar produk, serta membangun jaringan pemasaran yang lebih luas.
Melalui pembinaan ini, pelaku UMKM diharapkan semakin memahami instrumen trade remedies atau tindakan pengamanan perdagangan, termasuk kebijakan antidumping, antisubsidi, dan tindakan pengamanan (safeguard), serta berbagai persyaratan teknis perdagangan yang berlaku.
Selain memberikan edukasi mengenai perdagangan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan beragam produk unggulan UMKM, mulai dari produk makanan olahan, kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif lainnya.
Berbagai produk lokal turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut sebagai gambaran potensi usaha masyarakat yang memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas, inovasi, pengemasan, dan perluasan akses pasar.
Sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan pelaku usaha menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih mendukung pertumbuhan UMKM.
Melalui kegiatan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan menghadapi persaingan pasar, tetapi juga dapat meningkatkan kapasitas usahanya, memperluas peluang ekonomi, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong produk-produk lokal agar semakin kompetitif dan memiliki kesempatan lebih besar untuk memasuki pasar nasional maupun internasional







