pkbgarut.id — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, memimpin Rapat Bilateral bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Senin (13/7/2026). Rapat digelar untuk memastikan berbagai arahan strategis dalam pelaksanaan Program SMK Go Global segera ditindaklanjuti.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menegaskan bahwa Program SMK Go Global tidak hanya bertujuan menyiapkan lulusan agar mampu bekerja di pasar global. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, memperluas akses kesempatan, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan.
Rapat bilateral ini memfokuskan pembahasan pada tiga aspek utama, yakni kesiapan implementasi program, penguatan sistem dan tata kelola, serta langkah-langkah percepatan pelaksanaan di lapangan.
Terkait hal itu, Cak Imin menyampaikan sejumlah arahan strategis. Ia meminta adanya penguatan sinergi antarkementerian dan lembaga, integrasi antara regulasi, sistem digital, pelatihan, dan sertifikasi, serta perluasan kerja sama dengan negara-negara tujuan penempatan tenaga kerja.
Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat fondasi program pada tahun 2026 agar implementasinya dapat dioptimalkan pada 2027 mendatang. Menurutnya, kesiapan yang matang sejak awal akan menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.
Cak Imin menambahkan, Program SMK Go Global akan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan mitra internasional. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mempercepat pelaksanaan program sekaligus memperluas dampaknya bagi pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing SDM Indonesia.
Sumber: Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI (@pemberdayaanRI)







