JAKARTA – Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB menggelar diskusi publik bertajuk “Ruang Temu AI dan Agama: Menyongsong Masa Depan Kehidupan Beragama di Era Artificial Intelligence (AI)” pada Rabu, 15 Juli 2026, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir ke-28 PKB.
Kegiatan yang mengusung tema “PKB Bahas Ruang Temu AI & Agama” ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PKB, Hasanuddin Wahid atau akrab disapa Cak Udin.
Dalam sambutannya, Cak Udin menyoroti tiga tantangan utama yang dihadirkan oleh perkembangan kecerdasan buatan terhadap kehidupan beragama. Pertama, potensi bergesernya otoritas keagamaan dari ulama kepada mesin. Kedua, dampaknya terhadap etika, spiritualitas, dan relasi kemanusiaan. Ketiga, posisi AI yang harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk memperkuat pelayanan dan pembelajaran agama, bukan menggantikan peran ulama, guru, maupun tokoh agama.
“AI harus diposisikan sebagai alat bantu yang memperkuat pelayanan dan pembelajaran agama, bukan menggantikan peran ulama, guru, maupun tokoh agama,” tegas Cak Udin.
Diskusi publik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, di antaranya Anggota Komisi I DPR RI H. Oleh Soleh, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Dr. Edwin Hidayat A., Pengasuh Pondok Pesantren Minggir Yogyakarta Gus Muwafiq, serta Ketua Umum Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) Prof. Hammam Riza.
Melalui forum ini, PKB berharap tercipta ruang dialog yang konstruktif antara perkembangan teknologi dan nilai-nilai keagamaan, sehingga pemanfaatan AI dapat memperkuat kualitas kehidupan beragama tanpa menggeser peran sentral manusia, ulama, dan tradisi keilmuan yang menjadi fondasi peradaban.
Kegiatan ini menjadi salah satu forum pemikiran strategis dalam rangkaian peringatan Harlah ke-28 PKB, yang menegaskan komitmen partai untuk turut mengawal isu-isu kontemporer, termasuk transformasi teknologi, dari perspektif nilai keagamaan dan kemanusiaan.
#PKB #HarlahPKB28







