Silaturahmi DPC PKB Garut dengan PC NU Garut, Perkuat Hubungan Historis yang Tak Terpisahkan

GARUT — DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut menggelar silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Garut, Minggu (10/8/2026). Kunjungan tersebut diterima langsung oleh seluruh jajaran Pimpinan PC NU beserta Badan Otonom (Banom) NU Garut.

Dalam pertemuan tersebut, Rais Syuriah PC NU Garut menjelaskan mengenai kondisi dan posisi PC NU dengan PKB yang terikat secara historis dan tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, keberadaan PKB tidak lepas dari NU, sebuah warisan sejarah dari K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang tidak bisa dilupakan maupun dipisahkan.

“Setiap kader PKB pasti NU, meskipun tidak semua NU itu PKB,” ujar Rais Syuriah.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PC NU Garut turut menyampaikan doa agar PKB dapat memperoleh 10 kursi pada Pemilu mendatang, mengingat kondisi saat ini yang dinilai tinggal selangkah lagi untuk mencapai target tersebut. Ia juga menyampaikan gagasan agar NU memiliki klinik kesehatan sendiri, meskipun saat ini NU telah menjalin kerja sama dengan rumah sakit swasta, yakni RSU Nurhayati. Ia menegaskan bahwa secara sumber daya manusia (SDM), NU sudah memiliki kader-kader di bidang kesehatan.

“Gerakan politik NU ya PKB,” tegas Ketua Tanfidziyah.

Kedua belah pihak juga bersama-sama mendorong doa untuk kelancaran pelaksanaan Muktamar NU. Ketua Tanfidziyah berharap kesuksesan PKB terus berlanjut dan tidak pernah berhenti, karena “riwa (wajah) PKB ya riwa NU”. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris PC NU (Seknu) menegaskan bahwa PKB adalah anak kandung NU.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Syura PKB menyampaikan bahwa hubungan NU dengan PKB tidak dapat dipisahkan secara historis, di mana PKB merupakan representasi NU di bidang politik. Ia juga mengungkapkan bahwa Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriah PC NU Garut merupakan salah satu deklarator PKB di Garut.

“PKB tetap eksis karena mayoritas warga NU menitipkan aspirasinya ke PKB,” ujar Ketua Dewan Syura PKB. Ia turut menyampaikan permohonan kepada NU agar tidak segan-segan menegur PKB apabila ke depan terdapat kebijakan atau langkah yang melenceng dari aturan dan etika. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi yang utuh, baik secara internal maupun kelembagaan, antara NU dan PKB.

Sementara itu, H. Subhan Fahmi menyampaikan bahwa pasca pengukuhan DPC secara serentak di Jakarta, PC NU Garut menjadi tempat pertama yang dikunjungi oleh DPC PKB Garut. Hal serupa juga dilakukan pasca penetapan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PKB Garut yang langsung menghadap ke NU.

Ia juga menyampaikan kemungkinan adanya penambahan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Garut menjadi 55 kursi, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Di akhir penyampaiannya, H. Subhan Fahmi menegaskan bahwa PKB saat ini tengah fokus menjalankan dan mengimplementasikan 7 Program Prioritas PKB yang telah dicanangkan sebelumnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *