JAKARTA — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Nihayatul Wafiroh, mendukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan sistem rating terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rencana ini sebelumnya diumumkan Kepala BGN, Sudaryono, melalui akun Instagram pribadinya, dengan konsep serupa aplikasi transportasi daring dan pesan-antar makanan, di mana kepala sekolah dapat memberi penilaian bintang sekaligus catatan atas layanan dapur SPPG yang melayani sekolahnya.
Politisi yang akrab disapa Ninik itu menilai sistem rating dapat menjadi instrumen penting untuk mengukur kualitas pelaksanaan MBG secara langsung di lapangan. Namun, ia menegaskan, penerapan rating semata belum cukup tanpa dibarengi mekanisme tindak lanjut yang jelas.
“Kalau sistem penilaian rating diterapkan, tentu bagus. Tetapi tindak lanjutnya juga harus disiapkan secara matang. Jangan sampai input dari masyarakat terbuang sia-sia,” tegas Ninik di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Jangan Cuma Numpang Lewat
Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa itu menekankan, BGN perlu memastikan setiap masukan dari sekolah maupun siswa benar-benar diterima, diverifikasi, dan ditindaklanjuti — khususnya laporan yang berkaitan dengan kualitas makanan, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Kalau ada laporan mengenai kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, proses memasak, atau hal lain yang berpotensi mengganggu keamanan pangan, itu harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti. Jangan menunggu sampai persoalannya menjadi besar,” ujarnya.
Rating Bukan Sekadar Bintang
Ninik juga mengingatkan agar BGN tidak hanya berpatokan pada jumlah bintang yang diberikan sekolah, melainkan turut membaca catatan dan alasan di balik penilaian tersebut, agar akar persoalan dapat dipahami secara utuh.
“Jangan hanya bintangnya yang dilihat. Catatan dan alasan dari sekolah maupun siswa juga penting. Dari situlah BGN bisa mengetahui persoalan secara lebih utuh dan menentukan langkah perbaikan,” katanya.
Soroti Keamanan Dapur SPPG
Lebih jauh, Ninik menyoroti pentingnya aspek keamanan dan kebersihan dapur SPPG, yang menurutnya sering kali luput dari perhatian dibanding soal menu maupun ketepatan waktu distribusi makanan.
“Keamanan dapur itu harus dijaga betul oleh BGN. Jangan sampai kita hanya bicara soal rating, menu, atau ketepatan waktu, tetapi aspek keamanan dan kebersihan dapurnya justru luput dari pengawasan. Karena ini menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak,” tandasnya.
Rencana penerapan sistem rating ini disebut BGN akan dapat diakses seluruh kepala sekolah dalam kurun waktu satu hingga tiga minggu ke depan, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan mutu Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.







