Di Tengah Gejolak Global, Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Tumbuh Tertinggi dalam 13 Tahun Terakhir

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan sekaligus penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga kokoh di tengah gempuran ketidakpastian global.

Prabowo menjelaskan bahwa perang dagang dan konflik geopolitik dunia telah memicu ketidakpastian global yang berdampak pada sejumlah aspek, mulai dari meningkatnya harga energi, suku bunga global yang tinggi, tekanan nilai tukar, hingga ketegangan geopolitik yang terus meningkat di berbagai kawasan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa di tengah tekanan tersebut, perekonomian Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

“Ekonomi kita pada kuartal pertama tahun 2026 tumbuh 5,61 persen, dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen. Ini adalah pertumbuhan kuartal pertama dan pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam 13 tahun terakhir,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, di tengah ketidakpastian global tersebut, arus investasi ke Indonesia tetap tumbuh positif, dengan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun.

“Dalam keadaan seperti ini, Indonesia harus semakin mampu berdiri di kaki sendiri, kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh bergantung pasokan-pasokan dari luar, karena jika situasi berubah ke arah yang lebih jelek, kita harus tetap survive,” tegasnya.

Prabowo menegaskan, capaian pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir pemerintahannya.

“Tetapi saya tegaskan pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *