GARUT — Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Garut, Luqi Sa’adilah Farindani, turut hadir dalam silaturahim jajaran Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut bersama Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, di Rumah Dinas Wakil Bupati,Rabu, 07 Oktober 2026. Bagi Luqi, pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat yang selama ini dihimpun Fraksi PKB di DPRD benar-benar sampai dan ditindaklanjuti oleh jajaran eksekutif.
Didampingi Ketua DPC PKB Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi, serta jajaran pengurus dan badan otonom partai, Luqi menegaskan Fraksi PKB di DPRD Garut memiliki fungsi penting sebagai jembatan antara suara masyarakat di tingkat akar rumput dengan kebijakan yang diambil Pemerintah Kabupaten Garut.
Reses Jadi Sumber Masukan bagi Eksekutif
Luqi menjelaskan, setiap kali turun reses ke dapilnya, fraksi selalu mencatat berbagai keluhan dan harapan warga — mulai dari infrastruktur, layanan dasar, hingga persoalan sosial di tingkat desa. Catatan tersebut, menurutnya, perlu terus dikomunikasikan langsung kepada jajaran Pemkab Garut agar tidak sekadar menjadi arsip di gedung dewan.
“Hasil reses itu bukan cuma bahan rapat internal fraksi, tapi harus kami bawa langsung ke eksekutif. Silaturahim seperti ini jadi kesempatan baik untuk menyampaikannya secara langsung kepada Bu Wabup,” ujar Luqi.
Dorong Kolaborasi Legislatif-Eksekutif yang Lebih Cair
Ia menilai, hubungan antara legislatif dan eksekutif idealnya tidak hanya berlangsung formal lewat rapat-rapat resmi di gedung dewan, tetapi juga perlu diperkuat lewat komunikasi informal semacam silaturahim ini, agar kedua pihak lebih memahami prioritas masing-masing.
“Kalau komunikasinya cuma di ruang rapat, kadang kaku dan formal. Pertemuan seperti ini membuat kami lebih leluasa bicara dari hati ke hati soal apa yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat Garut,” katanya.
Apresiasi Peran Perempuan Bangsa dalam Pemetaan Isu Sosial
Luqi turut mengapresiasi pemaparan dari jajaran Perempuan Bangsa Kabupaten Garut yang turut hadir dalam pertemuan, khususnya terkait program-program yang menyasar isu perempuan dan anak, seperti pencegahan perkawinan anak, penurunan stunting, hingga penguatan posyandu. Menurutnya, data dan temuan lapangan dari badan otonom partai seperti Perempuan Bangsa bisa menjadi bahan penting bagi Fraksi PKB dalam membahas kebijakan anggaran yang lebih berpihak pada kelompok rentan.
“Apa yang disampaikan kader Perempuan Bangsa tadi relevan dengan apa yang kami temukan di lapangan saat reses. Ini jadi bahan yang saling menguatkan antara fraksi dan badan otonom,” jelasnya.
Komitmen Kawal Kebijakan secara Konstruktif
Luqi menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Fraksi PKB DPRD Garut untuk terus mengawal kebijakan Pemkab Garut secara konstruktif, sembari menjaga komunikasi yang sehat dengan jajaran eksekutif demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.
“Fraksi PKB ingin terus hadir sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Silaturahim seperti ini bukti bahwa komunikasi itu terus kami jaga, bukan cuma saat ada agenda politik tertentu,” pungkasnya.







