GARUT – Kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda Kampung Sukahaji, Desa Cisero, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut sekaligus Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi.
Melalui koordinasi dengan Perumda Tirta Intan Kabupaten Garut, Subhan Fahmi memfasilitasi penyaluran bantuan air bersih untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Bantuan tersebut menjadi salah satu langkah penanganan kebutuhan mendesak warga, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting, baik untuk memasak, mencuci, maupun keperluan sanitasi rumah tangga.
Kondisi kekeringan membuat sebagian masyarakat harus menghadapi kesulitan memperoleh air yang cukup. Situasi tersebut menjadi perhatian karena keterbatasan air bersih dapat berdampak langsung terhadap aktivitas dan kesehatan lingkungan masyarakat.
Subhan Fahmi menyampaikan bahwa bantuan yang difasilitasinya merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.
Ia berharap penyaluran tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga, khususnya masyarakat Kampung Sukahaji yang terdampak kekeringan.
Menurut Subhan, persoalan keterbatasan air bersih memerlukan perhatian bersama, termasuk koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait agar masyarakat yang mengalami kondisi serupa dapat memperoleh penanganan.
Ia juga berharap komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dapat terus diperkuat dalam merespons kebutuhan air bersih di wilayah terdampak kekeringan.
Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan kekeringan tidak hanya membutuhkan penanganan sementara melalui distribusi bantuan, tetapi juga perhatian terhadap keberlanjutan akses masyarakat terhadap sumber air.
Warga Bersyukur Mendapatkan Bantuan
Penyaluran bantuan air bersih tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Sukahaji.
Salah seorang warga, Komariah (50), menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
Komariah berharap perhatian terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air dapat terus dilakukan, terutama selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Bagi warga, bantuan air bersih bukan sekadar pemenuhan kebutuhan sementara, tetapi juga membantu mengurangi kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dorong Penanganan Kekeringan Secara Berkelanjutan
Penyaluran bantuan air bersih di Desa Cisero sekaligus memperlihatkan pentingnya koordinasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan lembaga pelayanan publik dalam menghadapi persoalan masyarakat.
Selain langkah tanggap darurat, penanganan kekeringan juga membutuhkan upaya jangka panjang untuk menjaga ketersediaan sumber air dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
Ketersediaan infrastruktur air, pengelolaan sumber daya air, serta pemetaan wilayah yang rentan mengalami kekeringan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar persoalan serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.
Melalui bantuan yang difasilitasi Subhan Fahmi, kebutuhan mendesak masyarakat Kampung Sukahaji diharapkan dapat terbantu selama menghadapi keterbatasan pasokan air.
Di sisi lain, perhatian terhadap persoalan air bersih menjadi pengingat pentingnya memastikan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa-desa yang mengalami kesulitan akibat kondisi cuaca dan lingkungan.
Upaya penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat diikuti dengan koordinasi dan langkah penanganan berkelanjutan agar masyarakat di wilayah terdampak kekeringan memiliki akses air bersih yang lebih terjamin.







