GARUT — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut menggelar Musyawarah Ranting (Musran) Dewan Pengurus Ranting (DPRT) sekaligus Sekolah Kader Perubahan (SKP) untuk Daerah Pemilihan (Dapil) 1 di Kecamatan Banyuresmi, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung THS Putra 72 ini diikuti 200 pengurus dan kader dari wilayah Dapil 1, yang mencakup Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Banyuresmi, Leles, dan Kadungora.
Ketua DPC PKB Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi, hadir langsung dan menegaskan bahwa kekuatan partai bertumpu pada ranting yang solid dan kader yang berkualitas.
“Ranting itu garda terdepan partai. Kalau ranting kuat, PKB kuat sampai ke desa. Karena itu kami datang langsung untuk memastikan setiap ranting punya pengurus yang solid dan siap bekerja,” kata Subhan Fahmi.
Hadir mendampingi Sekretaris DPC Cecep M. Ginanjar, Bendahara Luqi Sa’adilah Farindani, dan jajaran pengurus DPC lainnya. Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PKB dari Dapil 1, H. Iden Sambas. Selaku tuan rumah, Ketua DPAC PKB Banyuresmi Nadila Fauziah dan Dewan Syuro DPAC Banyuresmi Muhlis Nurzaman turut hadir. Tampak pula pengurus DPC Perempuan Bangsa Garut, yakni Ketua Novi Agustina, Sekretaris Kiki Zakiah Derajat, dan jajarannya.
Ranting sebagai Ujung Tombak Partai
Musran DPRT merupakan bagian dari konsolidasi organisasi PKB dari tingkat paling bawah. Ranting menjadi ujung tombak partai di desa dan kelurahan, sehingga kekuatan struktur di level ini menentukan kedekatan PKB dengan masyarakat.
Subhan menyebut penguatan ranting sebagai prioritas kepengurusan periode 2026–2031, yang menerima SK dari DPP PKB melalui DPW PKB Jawa Barat pada 20 Juli 2026.
“Partai itu harus hidup di tengah masyarakat, bukan hanya ramai menjelang pemilu. Saya ingin pengurus ranting benar-benar dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh warga di desanya masing-masing,” ujarnya.
Sekolah Kader Perubahan: Ideologi, Kepemimpinan, dan Kerja Politik
Usai Musran, peserta mengikuti Sekolah Kader Perubahan, program kaderisasi PKB yang dijalankan di berbagai daerah untuk membekali kader dengan pemahaman ideologi, sejarah perjuangan partai, kepemimpinan, dan keterampilan kerja politik di akar rumput. Materi disampaikan tiga instruktur, yaitu Cecep M. Ginanjar, S.M., Asep Khaerudin, dan Momol Maulana, yang membawakan [topik materi].
Menurut Subhan, kader PKB tidak cukup hanya mengenal simbol partai.
“Kader PKB tidak cukup hanya hafal bendera dan nomor urut. Mereka harus paham ideologi, paham arah perjuangan partai, dan yang paling penting hadir melayani masyarakat di lingkungannya masing-masing. Dari situlah kepercayaan rakyat dibangun,” ujarnya.
Ia menegaskan kaderisasi harus berjalan berkelanjutan dan menjangkau semua dapil.
“Sebelumnya kami menggelar Sekolah Kader Perubahan di Dapil 3, sekarang di Dapil 1. Kami ingin semua dapil merasakan hal yang sama, supaya mesin partai bergerak serentak dari ranting sampai cabang,” katanya.
“Sekolah kader ini bukan seremoni. Setelah ini kader harus kembali ke ranting, menggerakkan pengurus, dan menjalankan program yang nyata. DPC akan terus mendampingi sampai ke bawah,” tambah Subhan.
Tuan Rumah DPAC dan Dukungan Legislatif
Ketua DPAC PKB Banyuresmi, Nadila Fauziah, menyatakan kesiapan jajarannya mendampingi ranting. Dari unsur Dewan Syuro DPAC, Muhlis Nurzaman mengingatkan agar kerja organisasi tetap berpijak pada nilai dan akhlak perjuangan partai. Anggota DPRD Garut Fraksi PKB, H. Iden Sambas, menilai kader yang terlatih menjadi penghubung penting antara warga dan wakil rakyat di dewan.
Subhan juga menitipkan pesan agar kader menjaga akhlak dalam berpolitik.
“Kader PKB harus cerdas dan berakhlak. Politik kita adalah khidmah, melayani, bukan sekadar mencari kedudukan. Kalau itu dipegang, kepercayaan masyarakat akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.
Perempuan Bangsa Ikut Ambil Bagian
Kehadiran jajaran Perempuan Bangsa menunjukkan keterlibatan kader perempuan dalam kaderisasi PKB Garut. Ketua DPC Perempuan Bangsa, Novi Agustina, sebelumnya menyampaikan target agar seluruh 42 kecamatan di Garut memiliki Anak Cabang yang aktif sebelum Pemilu 2029, dengan pengurus hingga tingkat desa. Subhan mengajak seluruh badan otonom ikut hadir langsung melayani masyarakat.
Menuju Target 2029
Konsolidasi dari DPC hingga ranting sejalan dengan target politik PKB Garut menambah kursi di DPRD Kabupaten Garut pada Pemilu 2029. Dapil 1 memiliki alokasi 9 kursi, salah satu yang terbanyak di DPRD Garut.
“Target kita jelas, menambah kursi di 2029. Tapi kursi itu tidak datang dari langit. Ia lahir dari kerja ranting, dari kader yang turun melayani warga setiap hari. Itu yang sedang kita bangun, dari Dapil 3 sampai Dapil 1,” kata Subhan.
Ia menutup dengan harapan kegiatan ini melahirkan kepengurusan ranting yang solid dan kader yang siap menjalankan program partai serta pelayanan masyarakat di wilayahnya masing-masing.







