GARUT, pkbgarut.id – Beredarnya kabar mengenai dugaan tindakan asusila di salah satu lembaga keagamaan di Kecamatan Samarang mendapat perhatian serius dari sayap kewanitaan Partai Kebangkitan Bangsa. Menyikapi situasi yang sempat memanas pada Sabtu malam (16/05) tersebut, DPC Perempuan Bangsa PKB Kabupaten Garut meminta semua pihak untuk tetap tenang dan memercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Wakil Ketua Perempuan Bangsa PKB Garut, Kiki Zakiah, menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas isu yang berkembang. Ia mengingatkan pentingnya seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah serta menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan di kepolisian.
“Sebagai warga negara yang patuh pada hukum, kita semua wajib mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mari kita beri ruang bagi pihak kepolisian untuk bekerja mencari fakta yang sebenarnya. Kami mendesak aparat penegak hukum segera mengusut dugaan kasus ini secara profesional, transparan, dan dikawal sampai tuntas agar kebenarannya terang benderang,” tegas Kiki Zakiah di Garut, Minggu (17/05/2026).
Percayakan pada Kepolisian dan Berikan Pendampingan Korban
Menurut Kiki, keterbukaan dan profesionalisme dari Polres Garut dalam menangani perkara ini sangat penting untuk meredam spekulasi dan opini liar yang berkembang di tengah masyarakat. Perempuan Bangsa PKB Garut mendorong penegakan sanksi yang tegas sesuai perundang-undangan jika dugaan tersebut nantinya terbukti benar di mata hukum. Namun sebaliknya, jika tidak terbukti, pemulihan nama baik pihak terkait juga harus dilakukan.
Sebagai representasi gerakan perempuan dan perlindungan anak, Kiki secara khusus menyoroti pentingnya jaminan perlindungan bagi pelapor atau terduga korban, terutama dari sisi psikologis.
“Siapa pun yang berstatus sebagai pelapor atau terduga korban, hak-hak privasinya wajib dilindungi penuh. Kami meminta instansi terkait di lingkungan Pemkab Garut untuk segera turun tangan memberikan pendampingan psikologis (trauma healing) guna memastikan kondisi mental mereka tetap terjaga selama proses ini berjalan,” tambahnya.
Jaga Marwah dan Citra Institusi Pesantren
Terkait opini publik yang mulai mengaitkan kejadian ini dengan citra lembaga keagamaan, Perempuan Bangsa PKB Garut mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dan mampu memisahkan antara dugaan tindakan personal (oknum) dengan institusi pesantren secara keseluruhan.
“Jika pun nanti terbukti ada pelanggaran hukum, itu murni merupakan tanggung jawab oknum secara pribadi, bukan kesalahan sistem pendidikannya. Pesantren di Kabupaten Garut tetaplah pilar utama dan suci dalam membentuk akhlak generasi bangsa yang harus kita jaga bersama marwahnya,” terang Kiki Zakiah.
Melalui pernyataan sikap ini, DPC Perempuan Bangsa PKB Garut berkomitmen untuk terus memantau dan mengawal perkembangan dugaan kasus di Samarang ini hingga tuntas, demi memastikan keadilan yang objektif bagi seluruh pihak.







