GARUT — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj. Imas Aan Ubudiah, S.Pd.I., yang akrab disapa Teh Imas, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi kalangan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut, Jumat (11/9/2026), bertempat di Islamic Center Garut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, di mana setiap anggota MPR RI wajib mensosialisasikan empat nilai dasar berbangsa dan bernegara: Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Perempuan NU, Basis yang Terus Dirawat Teh Imas
Pemilihan Muslimat NU sebagai peserta sosialisasi kali ini menegaskan konsistensi Teh Imas menjalin kedekatan dengan basis organisasi keperempuanan NU di Kabupaten Garut. Sebelumnya, ia diketahui turut hadir langsung dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU ke-XII Kabupaten Garut di Ponpes Al-Huda, Tarogong Kaler, akhir Desember 2025, ketika Hj. Kinkin Patonah kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PC Muslimat NU Garut periode 2025–2030. Dalam kesempatan itu, Teh Imas berharap Muslimat NU dapat terus bersinergi dengan Pemkab Garut maupun DPR RI, termasuk berperan sebagai penggerak ekonomi di tingkat akar rumput.
Konsistensi ini menjadikan sosialisasi Empat Pilar bagi Muslimat NU bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari relasi jangka panjang yang sudah terjalin antara Teh Imas dan organisasi perempuan NU di Garut.
Bukan Sekadar Slogan, tapi Fondasi Moral dan Konstitusional
Mengacu pada pola sosialisasi Empat Pilar yang rutin digelar Teh Imas di berbagai kecamatan mulai dari Sukawening, Peundeuy, hingga Selaawi kegiatan semacam ini biasanya diisi dengan pemaparan materi yang menekankan bahwa Empat Pilar bukan sekadar slogan, melainkan landasan moral dan konstitusional bangsa yang majemuk, sekaligus dilanjutkan sesi dialog interaktif di mana peserta bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada anggota dewan mulai dari isu pendidikan, infrastruktur desa, hingga harapan penguatan wawasan kebangsaan bagi generasi muda.
Sosialisasi Empat Pilar bagi kalangan Muslimat NU ini dinilai strategis, mengingat posisi perempuan NU sebagai salah satu pilar penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat sekaligus nasionalis di tingkat akar rumput sejalan dengan prinsip hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) yang menjadi ruh perjuangan Nahdlatul Ulama sejak awal berdirinya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran nyata wakil rakyat di tengah masyarakat, sekaligus ruang penguatan wawasan kebangsaan bagi Muslimat NU Kabupaten Garut di tengah dinamika sosial-politik yang terus berkembang.







