GARUT – Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi, S.I.P., menghadiri dua agenda organisasi, yakni Sekolah Kader Perubahan (SKP) dan Musyawarah Ranting (Musran) Daerah Pemilihan (Dapil) VI, yang berlangsung di Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Rabu (14/10/2026).
Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi DPC PKB Garut periode 2026–2031, dengan menggabungkan pendidikan politik dan penataan kepengurusan tingkat desa. Langkah ini diarahkan untuk membangun struktur organisasi yang tertib sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya kader, khususnya di wilayah Garut Selatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PKB Garut, H. Subhan Fahmi, S.I.P., didampingi Sekretaris Cecep M. Ginanjar, Bendahara Luqi Sa’adilah Farindani, S.E., serta jajaran pengurus DPC PKB Kabupaten Garut lainnya.
Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PKB dari Dapil VI, Asep Sake, S.I.P., yang mengikuti rangkaian kegiatan bersama para pengurus dan peserta.
Sementara itu, pelaksanaan Sekolah Kader Perubahan menghadirkan dua instruktur, yakni Idham Kholid dan Zezen A. Syakur, yang memberikan pendampingan serta pendalaman materi pendidikan politik kepada peserta.
Bagi Subhan Fahmi, penguatan kepengurusan ranting merupakan salah satu agenda yang telah menjadi perhatian sejak awal masa kepemimpinannya. Keberadaan pengurus di tingkat desa dipandang penting karena memiliki kedekatan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Dalam pernyataannya pada Juli 2026, Subhan menegaskan pentingnya menjadikan struktur ranting sebagai bagian dari pengabdian organisasi.
“Ranting ini menjadi penting sebagai instrumen pengabdian PKB kepada masyarakat,” ujar Subhan Fahmi dalam pernyataan terdahulu mengenai agenda pembaruan kepengurusan PKB Garut.
Melalui pelaksanaan Musran di Bungbulang, penataan kepengurusan diharapkan tidak hanya berfokus pada pembentukan struktur secara administratif, tetapi juga memperjelas tugas, tanggung jawab, dan koordinasi antarjenjang organisasi.
Pengurus ranting diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta memahami berbagai persoalan yang berkembang di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, Sekolah Kader Perubahan menjadi sarana untuk membekali peserta dengan wawasan kebangsaan, pemahaman demokrasi, kepemimpinan, serta kesadaran mengenai tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Pelaksanaan pendidikan politik di wilayah Garut Selatan juga memiliki relevansi dengan kondisi geografis dan tantangan pembangunan yang beragam. Akses pelayanan publik, pemerataan infrastruktur, pengembangan ekonomi masyarakat, serta kebutuhan pendidikan dan kesehatan merupakan sejumlah persoalan yang penting dipahami dalam proses pendidikan kader.
Subhan Fahmi sebelumnya juga menegaskan komitmen kepengurusan DPC PKB Garut untuk memperhatikan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab organisasi.
“Ke depan, kami ingin PKB Garut semakin hadir di tengah masyarakat. Aspirasi masyarakat harus menjadi prioritas utama yang diperjuangkan bersama seluruh kader partai,” kata Subhan dalam pernyataannya pada Juni 2026.
Pandangan tersebut menjadi relevan dengan pelaksanaan dua agenda di Bungbulang yang menempatkan peningkatan kapasitas kader dan penataan struktur sebagai bagian dari proses pengembangan organisasi.
Kehadiran Idham Kholid dan Zezen A. Syakur sebagai instruktur dalam kegiatan SKP turut menjadi bagian dari upaya memberikan pembelajaran yang lebih terarah. Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, serta memahami peran dan tanggung jawab dalam kehidupan politik.
Sementara itu, kehadiran Asep Sake sebagai Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PKB turut mempertemukan unsur legislatif dengan pengurus partai dan peserta kaderisasi di wilayah daerah pemilihannya.
Dapil VI Kabupaten Garut meliputi sepuluh kecamatan, yakni Bungbulang, Pameungpeuk, Cibalong, Cikelet, Mekarmukti, Pakenjeng, Pamulihan, Cisewu, Caringin, dan Talegong.
Keterlibatan unsur legislatif dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman peserta mengenai tugas DPRD, termasuk mekanisme penyerapan aspirasi masyarakat, penganggaran, dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Pelaksanaan SKP dan Musran Dapil VI di Kecamatan Bungbulang memperlihatkan dua proses organisasi yang saling melengkapi. Pendidikan kader diarahkan untuk meningkatkan kemampuan individu, sementara Musran menjadi forum penguatan kepengurusan dan tata kelola organisasi di tingkat ranting.
Melalui kedua agenda tersebut, DPC PKB Kabupaten Garut di bawah kepemimpinan Subhan Fahmi berupaya menjalankan konsolidasi secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kesiapan sumber daya kader dan keberlangsungan kepengurusan hingga tingkat desa.
Kegiatan di Bungbulang diharapkan menjadi bagian dari proses penguatan organisasi yang tidak hanya menghasilkan kepengurusan yang lebih terkoordinasi, tetapi juga mendorong peningkatan pengetahuan, integritas, dan tanggung jawab sosial para kader dalam kehidupan bermasyarakat.







