?>

Sekolah Legislatif: Bukan Sekadar Kata — Luqi Farindani Serukan Peradaban Mutamaddun Lewat Keterlibatan Politik Generasi Muda

?>

Garut, pkbgarut.id — Di tengah ratusan mahasiswa dan pelajar yang memenuhi Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (17/6/2026), Anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi PKB, Luqi Sa’adilah Farindani, S.E., tampil sebagai narasumber dalam Sekolah Legislatif Kabupaten Garut 2026.

Forum yang digagas secara independen dan berkolaborasi dengan Institut Teknologi Garut (ITG) ini mengangkat tema “Cetak Biru Reformasi Pendidikan, Ekonomi, dan Kesehatan” — menjadi ruang pertemuan antara wakil rakyat dan generasi muda yang selama ini kerap hanya menjadi penonton dari luar.

Bagi Luqi, kehadirannya bukan sekadar memenuhi undangan. Di hadapan para peserta, ia menyampaikan pesan yang lugas dan tegas.

“Pendidikan politik sudah seharusnya menyentuh setiap lapisan masyarakat. Terlebih mahasiswa sebagai kelompok terdidik yang mewarisi kepemimpinan masa depan — untuk menghadirkan peradaban yang mutamaddun,” ujar Luqi.

Mutamaddun — dalam tradisi pemikiran Islam — bukan sekadar kata serapan. Ia merujuk pada masyarakat yang beradab, terorganisir, dan memiliki peradaban yang kokoh. Luqi menggunakannya bukan sebagai hiasan retorika, melainkan sebagai standar yang ia tuntut dari generasi muda Garut: bahwa berpartisipasi dalam politik bukan pilihan, melainkan tanggung jawab peradaban.

Generasi muda tidak cukup hanya kritis dari luar. Mereka perlu memahami cara kerja legislatif dari dalam — memahami prosesnya, menguasai mekanismenya, dan pada akhirnya berani masuk untuk mengubahnya menjadi lebih baik.

Sekolah Legislatif Garut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi, termasuk mahasiswa dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan mahasiswa Ilmu Politik dari Tasikmalaya yang khusus hadir untuk mengikuti forum ini.

Garut, 17 Juni 2026
— Tim Media DPC PKB Kabupaten Garut

Foto: Luma

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>