?>

Sebelum Bergerak, PKB Garut Sowan Ke PCNU: Doa Kiai Jadi Pijakan Awal Masa Khidmat 2026–2031

?>

Garut, pkbgarut.id — Belum genap sehari kepengurusan baru terbentuk, jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Garut masa bakti 2026–2031 langsung bergerak. Bukan ke kantor, bukan ke podium — melainkan sowan ke para kiai.

Pada Rabu (17/6/2026), rombongan DPC PKB Garut mendatangi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut untuk bersilaturahmi sekaligus memohon doa dan restu atas terbentuknya kepengurusan baru.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi, didampingi sejumlah pengurus harian, di antaranya Cecep M. Ginanjar dan Luqi Sa’adilah Farindani. Mereka diterima oleh jajaran PCNU Kabupaten Garut yang dipimpin Rais Syuriah, KH Rd. Amin Muhyiddin Maolani.

Subhan Fahmi menegaskan, sowan ini bukan agenda pelengkap. Baginya, memohon restu para kiai adalah kewajiban moral yang tak bisa dilewati oleh siapapun yang mengaku lahir dari tradisi Nahdlatul Ulama.

“PKB lahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Karena itu, setelah terbentuknya kepengurusan baru, sudah menjadi kewajiban moral bagi kami untuk sowan kepada para kiai dan jajaran PCNU guna memohon doa, arahan, dan restu agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik,” ujar Subhan Fahmi.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain memperkenalkan susunan kepengurusan baru, DPC PKB Garut menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi dengan keluarga besar NU dalam berbagai aspek pembangunan umat — tidak hanya di ruang politik, tetapi juga dalam kerja-kerja sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Subhan menegaskan, kepengurusan baru DPC PKB Garut hadir bukan untuk memulai dari nol, melainkan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para ulama.

“Kami memohon doa agar kepengurusan yang baru ini diberikan kekuatan, keikhlasan, dan istiqamah dalam mengemban amanah. Semoga PKB Garut dapat terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai nilai-nilai perjuangan yang diajarkan para ulama Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Langkah sowan ini menjadi penanda awal yang jelas: kepengurusan DPC PKB Garut 2026–2031 memilih berpijak pada ulama sebelum melangkah ke manapun — karena di situlah PKB bermula, dan ke sanalah PKB selalu kembali.


Garut, 17 Juni 2026
— Tim Media DPC PKB Kabupaten Garut

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

?>