Syaiful Huda: Pendidikan Itu Visi Negara, Bukan Sekadar Visi Pemerintah

Momen peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 menjadi ajang refleksi mendalam bagi sistem pendidikan di Indonesia. Sejalan dengan itu, tokoh nasional Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, menghadirkan sebuah sumbangsih pemikiran melalui bukunya yang membahas urgensi Peta Jalan Pendidikan Nasional (PJPN).

Pendidikan Adalah Visi Negara, Bukan Rezim

Syaiful Huda menegaskan bahwa pendidikan bukanlah jalan pendek yang bisa diubah sesuka hati. Sayangnya, selama ini kerap muncul pemeo di masyarakat bahwa ganti pemerintahan berarti ganti kebijakan dan ganti kurikulum. Oleh karena itu, siklus bongkar-pasang kebijakan ini adalah sesuatu yang harus segera dihindari demi masa depan anak bangsa.

“Saya menempatkan Peta Jalan Pendidikan Nasional ini sebagai Visi dan Misi Negara, bukan Visi dan Misi Pemerintah. Pemerintahan siapa pun berkewajiban menjalankan visi dan misi pendidikan ini,” tegas Syaiful Huda.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sektor pendidikan membutuhkan sebuah peta jalan yang konsisten untuk diimplementasikan dalam jangka panjang, bukan sekadar kebijakan populis sesaat.

Menjaga Marwah “Tri Pusat Pendidikan”

Selain menyoroti regulasi, buku ini juga membedah relevansi konsep “Tri Pusat Pendidikan” yang diwariskan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Ketiga pusat tersebut meliputi Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat. Kenyataannya, filosofi ini masih sangat relevan untuk terus diadaptasi ke dalam Peta Jalan Pendidikan Nasional.

Syaiful Huda memberikan peringatan keras terkait tren global yang berpotensi menggeser nilai-nilai fundamental pendidikan Indonesia. Maka dari itu, kesalahan paradigmatik akibat kebutuhan sesaat tidak boleh dibiarkan merusak sistem yang ada.

“Jangan sampai akibat tren global, Tri Pusat Pendidikan berubah. Dari berpusat pada ‘Keluarga’ menjadi ‘Individu’, dari ‘Sekolah’ diganti berbasis ‘Entitas non-sekolah’, dan dari ‘Masyarakat’ dipaksa tunduk sepenuhnya pada ‘Pasar’ (market),” paparnya.

Ikhtiar Menjemput Masa Depan

Sebagai penutup, posisi strategis PJPN adalah ikhtiar untuk merumuskan berbagai kebutuhan masa depan dengan mengadaptasi khazanah keunggulan nasional. Dengan adanya PJPN, negara dapat memastikan anak-anak Indonesia tetap bersekolah di tanah air dengan torehan prestasi dan sukacita saat menjemput masa depannya.

Buku yang memuat gagasan komprehensif dari Syaiful Huda ini diterbitkan secara resmi oleh redaksi penerbit Kompas-Gramedia dan sudah dapat diakses oleh publik luas. Melalui karya ini, publik diajak untuk menyelami tawaran gagasan strategis demi perbaikan kualitas pendidikan nasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *