Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini membawa babak baru bagi perjuangan para pekerja gig, khususnya pengemudi ojek online (ojol). Momentum penting ini muncul setelah Presiden Prabowo secara tegas mengarahkan agar potongan tarif driver ojol ditekan hingga berada di bawah angka 10%.
Merespons arahan tersebut, tokoh nasional Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, langsung bergerak cepat. Ia turun langsung untuk menyuarakan kegelisahan yang selama ini membelenggu para driver ojol di lapangan.

Keringat Pekerja Harus Dihargai Adil
Syaiful Huda menegaskan bahwa keringat yang dikeluarkan oleh para driver ojol setiap harinya harus dihargai dengan jauh lebih adil. Kenyataannya, beban kerja mereka di jalanan seringkali tidak sebanding dengan pendapatan bersih yang dibawa pulang ke rumah.
Oleh karena itu, ia mendesak agar regulasi ketenagakerjaan dan sistem kemitraan segera diperbaiki secara komprehensif. Terlebih lagi, pemerintah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjamin kesejahteraan warganya.
“Negara tidak boleh diam, regulasi harus segera diperbaiki,” tegas Syaiful Huda dalam keterangannya.
Perlindungan di Balik Setiap Order
Lebih lanjut, Syaiful Huda menyoroti kerasnya realita yang dihadapi oleh para pahlawan jalanan ini. Profesi pengemudi ojol memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi setiap detiknya.
Maka dari itu, perlindungan kerja dan kepastian hukum adalah sebuah hak mutlak yang tidak bisa ditawar lagi oleh pihak aplikator.
“Di balik setiap order yang selesai, ada perjuangan panjang yang layak mendapat perlindungan dan kepastian,” paparnya memberikan penekanan.
Sebagai penutup, langkah tegas Syaiful Huda ini merupakan wujud nyata dari spirit perjuangan Peduli-Melayani yang diusung oleh PKB. Partai akan terus mengawal ketat arahan pemotongan tarif di bawah 10% ini agar segera diimplementasikan. Dengan demikian, kesejahteraan pengemudi ojol di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut, dapat benar-benar terwujud.







