Unjang Asari Tegaskan Komitmen “PKB Peduli, PKB Melayani untuk Rakyat Garut”

Oleh: Unjang Asari

(Ketua DPC PKB Kabupaten Garut)

Di tengah riuhnya pragmatisme politik hari ini, publik sering kali dihadapkan pada satu pertanyaan mendasar: masih adakah ruang bagi politik yang memanusiakan manusia?

Ketika politik hanya dipandang sebagai arena perebutan kekuasaan, jarak antara pemimpin dan rakyat akan semakin melebar. Namun, bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)—sebuah entitas pergerakan yang lahir dari rahim pesantren dan denyut nadi kehendak rakyat—politik memiliki definisi yang sama sekali berbeda. Politik adalah jalan kebajikan. Ia adalah instrumen untuk merawat kehidupan, mengurai penderitaan, dan menghadirkan solusi atas realitas sosial masyarakat, khususnya di Kabupaten Garut.

Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, kita perlu merenungkan kembali esensi dari kebangkitan itu sendiri. Kebangkitan sejati tidak akan pernah terjadi jika denyut kehidupan masyarakat di akar rumput masih terabaikan. Oleh karena itu, bagi PKB Garut, “Peduli” dan “Melayani” bukanlah sekadar komoditas slogan musiman, melainkan sikap politik yang nyata dan termanifestasi dalam setiap gerak langkah kader.

Kepedulian yang Membumi: Memanusiakan Manusia

Kata “peduli” sering kali mengalami inflasi makna karena terlalu sering diucapkan namun jarang dibuktikan. Bagi PKB, kepedulian haruslah membumi. Kepedulian bermakna kehadiran negara—melalui para wakilnya—di saat-saat paling genting yang dialami rakyat.

Peduli berarti kita tidak menutup mata ketika petani menjerit karena kelangkaan pupuk dan anjloknya harga gabah saat panen. Peduli berarti kita memasang telinga untuk mendengar keluh kesah pahlawan devisa (buruh migran), merasakan kecemasan nelayan yang dihantam cuaca ekstrem, dan mencarikan jalan keluar bagi generasi muda yang terhimpit krisis lapangan kerja yang layak.

Kebijakan publik tidak boleh lahir dari ruang hampa di gedung-gedung mewah. Ia harus dirumuskan dari keringat warga desa hingga hiruk-pikuk masyarakat kota; dari keheningan ruang belajar santri hingga dinamika kaum profesional. Keyakinan kami sangat sederhana namun fundamental: politik harus memanusiakan manusia. Di mata PKB, tidak ada istilah “rakyat kecil”, yang ada adalah rakyat yang setara, yang hak-hak dan martabatnya harus dibesarkan bersama-sama.

Kekuasaan Sebagai Ibadah dan Alat Pengabdian

Ada sebuah penyakit akut dalam birokrasi dan panggung kekuasaan, yakni sindrom “minta dilayani”. PKB Garut hadir untuk mendekonstruksi paradigma usang tersebut. Kekuasaan, dari kursi legislatif hingga eksekutif, tidak pernah menjadi tujuan akhir bagi kami. Kekuasaan adalah alat pengabdian.

Melayani berarti kita berbicara tentang efisiensi dan ketepatan: kerja cepat, tepat, dan tuntas. Setiap kader PKB didorong dan diwajibkan untuk menjadi pelayan rakyat. Konsep pelayanan ini harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang terukur: memperjuangkan subsidi listrik yang berpihak pada kelompok rentan, memastikan pendidikan pesantren mendapat pengakuan dan dukungan penuh dari negara, memodali sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah, dan menghadirkan jaminan kesehatan yang benar-benar gratis dan mudah diakses tanpa birokrasi yang berbelit.

Lebih jauh lagi, bansos harus dipastikan tepat sasaran, dan anggaran negara wajib dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk program pembangunan yang manfaatnya bisa diraba dan dirasakan langsung. Bagi PKB, melayani bukan hanya soal tugas konstitusional, melainkan sebuah bentuk ibadah. Setiap jabatan adalah amanah berat yang akan dimintai pertanggungjawabannya, tidak hanya di mahkamah duniawi, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Kompas Keberpihakan: Merawat Kebinekaan, Membela yang Lemah

Dalam berkhidmat untuk rakyat Garut, PKB tidak pernah membatasi diri untuk berdiri bagi satu kelompok, golongan, atau elite tertentu. Kami berdiri untuk seluruh rakyat, dari bilik pesantren hingga hiruk-pikuk pasar tradisional. Suara rakyat adalah kompas utama perjuangan kami.

Namun, “untuk rakyat” harus memiliki garis keberpihakan yang jelas. Sikap politik PKB adalah membela yang lemah tanpa harus menginjak yang kuat, merangkul perbedaan tanpa harus kehilangan jati diri. Kami berkomitmen membangun peradaban bangsa—khususnya di Jawa Barat dan Kabupaten Garut—dengan berlandaskan pada akhlak Ahlussunnah wal Jamaah:

  • Tawassuth (moderat/berada di tengah)
  • Tawazun (seimbang dalam segala aspek kehidupan)
  • Tasamuh (toleran terhadap perbedaan)
  • I’tidal (tegak lurus pada keadilan)

Dari Gagasan Menuju Aksi Nyata di Akar Rumput

Janji politik hanya akan menjadi tumpukan utang jika tidak dirawat dengan kerja nyata. Kami menyadari bahwa masyarakat sudah lelah dengan retorika. Oleh karena itu, sebagai bentuk khidmat dan pelayanan nyata dari PKB Garut untuk umat, kami telah meluncurkan dan menyiagakan Layanan 24 Jam Ambulans dan Mobil Siaga secara GRATIS.

Fasilitas ini telah didistribusikan dengan alokasi 1 unit di setiap Daerah Pemilihan (Dapil) se-Kabupaten Garut. Warga yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan bantuan, dapat langsung mengakses layanan ini atau menghubungi kedelapan anggota Fraksi PKB di DPRD Garut.

Di samping itu, pintu kami selalu terbuka lebar. Kami siap menerima, mendengar, dan memperjuangkan setiap aspirasi, masukan, maupun harapan dari seluruh elemen masyarakat. Bersama-sama, kita memiliki tanggung jawab untuk mengawal setiap program Pemerintah Kabupaten Garut agar berjalan akuntabel, transparan, dan benar-benar tepat sasaran.

Mewujudkan tatanan masyarakat yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dan diampuni Tuhan) bukanlah utopia, asalkan ruang-ruang politik diisi oleh mereka yang masih memiliki kepedulian, keikhlasan melayani, dan kesetiaan pada amanat penderitaan rakyat.

Mari berjuang bersama. Mari berkolaborasi. Bersama PKB Garut, mari kita wujudkan “jihad politik” untuk memajukan daerah yang kita cintai dan membela mereka yang terpinggirkan.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional. Waktunya Garut bangkit dengan politik yang melayani!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *